IBULSIMPANGTERITIP.ID, IBUL – Pemerintah Desa Ibul, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, menyepakati delapan program prioritas percepatan penurunan stunting dalam kegiatan Rembuk Stunting Desa Ibul Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu (17/6/2026) di Gedung Pertemuan Desa Ibul. Kesepakatan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan pembangunan desa pada tahun anggaran berikutnya.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 40 peserta ini dipimpin Ketua BPD Desa Ibul, Arjawi Sutoyo. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa rembuk stunting merupakan forum musyawarah untuk menyepakati kegiatan prioritas pencegahan dan penanganan stunting sebagai bagian dari perencanaan pembangunan desa.
Adapun delapan program prioritas yang disepakati meliputi peningkatan pelayanan Posyandu secara rutin, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, penyuluhan gizi dan kesehatan ibu-anak, peningkatan pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pendataan keluarga berisiko stunting, pengalokasian anggaran desa untuk program stunting, serta penguatan koordinasi antar-lembaga terkait.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Desa Ibul, Roma Irawan, menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk mendukung percepatan penurunan stunting melalui program yang terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran desa. Sementara itu, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Ibul, Mira Amrina, memaparkan kondisi stunting di desa, data balita stunting dan keluarga berisiko, hasil pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta rekomendasi kegiatan prioritas yang perlu dilaksanakan.
Pendamping Desa, Sarmila, menjelaskan kebijakan percepatan penurunan stunting dan pentingnya konvergensi program di tingkat desa, termasuk pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung kegiatan kesehatan masyarakat. Ia juga memandu sesi diskusi dan perumusan program prioritas yang menjadi inti kegiatan rembuk stunting tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Penyuluh KB Kecamatan Simpang Teritip, Lestariningsih, mengungkapkan bahwa angka stunting di Kecamatan Simpang Teritip masih berada di kisaran 20 persen. Ia mengajak seluruh kader kesehatan dan pemangku kepentingan untuk terus bekerja sama menurunkan angka stunting, khususnya di Desa Ibul yang masih memiliki kasus stunting cukup tinggi.
Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang menghasilkan berbagai masukan dan usulan terkait upaya percepatan penurunan stunting. Seluruh peserta kemudian menyepakati hasil musyawarah sebagai dasar penyusunan program percepatan penurunan stunting Desa Ibul Tahun 2026.
Kegiatan Rembuk Stunting Desa Ibul berlangsung lancar dan ditutup dengan harapan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam mendukung program pencegahan dan penanganan stunting demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
Kecamatan Simpang Teritip
"SEGAYONG SURANG"